10 Novel Indonesia Best Seller Hingga Pertengahan Tahun 2021

  • Bagikan
Novel Indonesia Best Seller
Novel Indonesia Best Seller di tahun ini, banyak sekali yang bisa dibaca dari novel terbaru Ria SW, hingga novel horor milik Sara Wijayanto.

Novel Indonesia Best Seller – Pandemi Covid-19 telah 2 tahun jalur membuat industri novel hadapi penyusutan, walaupun tidak bisa dkatakan para penerbit sedikit menghasilkan novel baru, paling tidak industri novel malah dkatakan berkembang daripada zona bisnis lain semacam transportasi serta santapan.

Merujuk laporan Nielsen BookScan ICM, penjualan novel dglobal sampai akhir minggu d bulan Juli 2020 (YTD) hadapi perkembangan lumayan signifikan.

Masih dengan mengacu informasi tersebut, genre novel yang hadapi peningkatan merupakan genre “Food & Drink” yang pertumbuhannya menggapai 33% ataupun jadi 2,8 juta Euro. Berikutnya, pada genre Fiksi berkembang 9% ( jadi 7,1 juta Euro), genre Leisure & Lifestyle berkembang 37% (jadi 1,4 juta Euro), genre Personal Development berkembang 11% ( jadi 2,2 juta Euro), serta genre Children& Young Adult Non- Fiction berkembang 15%( jadi 1,5 juta Euro).

Gimana dengan Indonesia?

Bersumber pada hasil survei Ikapi, sebanyak 58, 2% penerbit mengeluhkan penjualan yang turun lebih dari 50%. Setengah penerbit pula mengatakan merosotnya produktivitas karyawan secara tajam dalam keadaan work from home( WFH) dkala ini. Apalagi, sebanyak 60, 2% penerbit melaporkan kalau mereka cuma mampu menggaji karyawan sepanjang 3 bulan serta cuma 5% yang melaporkan mampu bertahan hingga satu tahun.

Pandemi tidaklah akhir dari segalanya, selaku bangsa yang mempunyai pangkal kokoh kerja keras membuat para pelakon usaha sukses mencari terobosan, salah satunya dengan menggunakan jualan online.

Perihal ini dakui oleh Meter Fajar AF. Dlansir dari status facebooknya, owner percetakan ternama dYogyakarta itu mengakui terdapatnya jualan novel secara online banyak memangkas ongkos operasional semacam sewa toko, permintaan dskon dari dstributor serta bayaran kirim ataupun retur. Di mana itu seluruh dtanggung oleh pihak penerbit.

Teman Jepara Pembaharuan, membaca tidak hanya selaku pengobatan benak supaya tidak stress pula bisa melenyapkan gundah gulana alias jenuh atas kegiatan keseharian kita. Karya- karya fiksi, tercantum novel merupakan suatu aktivitas yang dapat menghibur benak yang jenuh. Mulai membaca novel, maka kita dapat memperoleh motivasi ataupun inspirasi baru, yang datangnya dari cerita novel tersebut. Tidak hanya itu, serta ini yang sangat berarti. Membaca karya- karya fiksi spesialnya novel bisa memperbesar jiwa kita.

Dtahun 2021 ini, banyak penerbit yang menerbitkan novel baru ataupun cetak ulang yang jadi novel best seller. Berikut kumpulan novel best seller tahun 2021 bagi Jepara Pembaharuan.

1.  Sang Putih – Tere Liye

Rasanya tidak bisa jadi mangulas novel best seller tanpa menyebut nama Tere Liye. Penulis alumni FEB UI ini rasanya telah tidak boleh dkira sebelah mata. Walaupun sebagian golongan menyebut novel- novel karangannya terlampau mudah serta tidak sastrawi, buktinya, buku- bukunya senantiasa terletak d rak best seller toko novel online ataupun offline segala Indonesia.

Novel terbitan terkini dari Gramedia itu menceritakan tentang Sang Putih, kucing kesayangan Raib. Bagian ini jadi novel saat sebelum Lumpu serta sehabis Nebula. Pembaca serial BUMI, masih ingat kan dengan Sang Putih? Kucing kesayangan Raib yang muncul ddepan pintu rumahnya pada hari ulang tahun yang ke- 9.

Novel ini eksklusif tentang masa kemudian sang Putih yang tidak kalah menarik. Coba bayangkan gimana bila hewan kesayangan kamu nyatanya hewan dengan kekuatan terbanyak d dunia paralel? Gimana bila hewan yang nampak imut, menggemaskan, nyatanya dapat jadi salah satu petarung sangat hebat? Keren banget kan!

2. Laut Bercerita – Leila S Chudori

Cerita dawali dengan kematian Biru Laut, salah satu dari 2 puluh 2 aktivis mahasiswa yang dculik serta dsiksa oleh pasukan elit militer bernama Elang, dbuang ke laut serta dtenggelamkan hingga mati. Berikut merupakan kenangan kehidupan politik serta pribadinya selaku aktivis mahasiswa, buronan, anak, kerabat, pacar, sahabat, serta penulis. Hilangnya Laut mendesak adiknya Asmara buat mengawali ekspedisi menciptakan kebenaran.

Ini merupakan ekspedisi yang menyakitkan dmana ia dtuntut buat melihat gimana keluarga dari mereka yang tidak sukses kembali mengalami realitas kalau kanak- kanak mereka sudah tiada; dan buat mengalami penyangkalan orang tuanya atas nasib kerabat laki- lakinya. Tetapi, tekadnya buat menciptakan kebenaran merupakan apa yang membuat akhir cerita jadi getir serta membayang- bayangi.

Dkisahkan dalam perspektif Laut serta Asmara, The Sea Speaks His Name merupakan pembalik taman yang memilukan serta menarik yang mengeksplorasi sebagian besar sensor, penindasan politik, kebebasan berdialog, kekuatan seni, nilai- nilai keluarga, harapan, serta yang terutama, cinta.

Dengan penokohannya yang bernuansa, meyakinkan, serta tidak sentimentil; bahasa yang tidak sering serta bisa dakses; nada suram tetapi penuh harapan, ini merupakan lambang drama politik yang membolehkan pembaca buat tersambung dengan kepribadian serta nasib mereka secara emosional.

Bagian awal, yang menggambarkan pengalaman Laut selaku aktivis mahasiswa, buronan, serta korban penculikan, mengatakan perjuangan serta kegigihannya buat merebut kembali keadilan lewat serta menentang rezim totaliter brutal, ialah pemerintahan Orde Baru dbawah Soeharto; dan bermacam wujud represi politik yang jadi target para aktivis mahasiswa.

Dkisahkan dari sudut pandang Asmara, bagian kedua menyoroti akibat penculikan serta gimana kesembilan orang yang kembali mengalami trauma individu serta bersama yang sudah mengganti hidup mereka selamanya.

Keluarga para aktivis yang lenyap dan para penyintas bekerja keras buat menguak kebenaran lewat jalan hukum, semacam membentuk komite serta menyuarakan keprihatinan mereka di konferensi internasional.

Baca Juga: Kutipan surat RA Kartini

Inspirator Leila S Chudori

Apa yang bagi aku sangat memberdayakan serta menginspirasi di antara tema-tema yang dieksplorasi dalam cerita merupakan kekuatan seni, ialah sastra serta lagu, dalam tingkatkan pemahaman hendak ketidakadilan serta membagikan harapan serta kebahagiaan kepada kepribadian dalam mengalami tirani serta keputusasaan.

Keluarga para aktivis yang lenyap dan para penyintas bekerja keras buat menguak kebenaran lewat jalan hukum, semacam membentuk komite serta menyuarakan keprihatinan mereka di konferensi internasional.

Apa yang bagi aku sangat memberdayakan serta menginspirasi di antara tema- tema yang dieksplorasi dalam cerita merupakan kekuatan seni, ialah sastra serta lagu, dalam tingkatkan pemahaman hendak ketidakadilan serta membagikan harapan serta kebahagiaan kepada kepribadian dalam mengalami tirani serta keputusasaan.

Keluarga para aktivis yang lenyap dan para penyintas bekerja keras buat menguak kebenaran lewat jalan hukum, semacam membentuk komite serta menyuarakan keprihatinan mereka di konferensi internasional.

Apa yang bagi aku sangat memberdayakan serta menginspirasi di antara tema- tema yang dieksplorasi dalam cerita merupakan kekuatan seni, ialah sastra serta lagu, dalam tingkatkan pemahaman hendak ketidakadilan serta membagikan harapan serta kebahagiaan kepada kepribadian dalam mengalami tirani serta keputusasaan.

Dalam pengakuannya, penulis mengatakan kalau inspirasi di balik novel tersebut merupakan cerita seseorang mantan aktivis mahasiswa yang diculik serta disiksa pada masa Soeharto. Sementara itu, cerita tersebut ialah hasil tahap wawancaranya dengan para aktivis mahasiswa serta riset pustaka.

Oleh sebab itu, The Sea Speak His Name bisa dikira selaku karya yang diteliti dengan baik buat upaya penulis dalam berupaya menulis suara para siswa ini kembali ke dalam sejarah. Ini merupakan reklamasi serta pemulihan banyak suara yang dibungkam oleh narasi dominan.

3. Menawan Itu Luka – Eka Kurniawan

Menawan itu cedera merupakan Novel Terbaik fenomenal namun secara konten isinya vulgar tingkatan kronis. Alurnya lezat dibaca tetapi kontennya agresif serta tidak berperasaan, peristiwanya lebih membuat saya tidak simpatik. Tetapi yang jelas dikala kita membaca, kita ketahui kalau Eka Kurniawan sanggup serta piawai dalam menceritakan.

Ceritanya sangat menarik. Dari novel Menawan Itu Cedera, Eka didaku selaku Borgesnya Indonesia.

Terlepas kontroversialnya novel tersebut, di dini paragraf ceritanya telah unik (hingga pernah terpikir jangan-jangan ini cerita hantu masa perang) tidak hanya itu plotnya apik, banyaknya tokoh yang dilibatkan seluruhnya sanggup dideskripsikan dengan kedalaman kepribadian yang proportional, Banyak hal- hal lain pula yang membuat novel ini bukan hanya novel biasa. Menawan Itu Cedera pula sudah diterjemahkan di 5 belas bahasa dunia. Keren sekali bukan?

4. Rapijali – Dee Lestari

Dee memulai karier terlebih dulu d industri musik selaku penyanyi serta pencipta lagu. Dee sudah menerbitkan 13 novel yang seluruhnya jadi best-seller nasional.

Ping merasa sudah mempunyai seluruh yang dia butuhkan. “Dunianya yang damai di Tepi laut Batu Karas“, rumahnya yang penuh perlengkapan musik di tepi Sungai Cijulang, seseorang teman terbaik, dan kakek yang menyayanginya. Tetapi, dalam diam Ping menaruh kegelisahan tentang masa depannya yang buram. Bakat musiknya yang istimewa tidak mempunyai wadah, serta dia tidak berani bercita-cita.

Hidup Ping jungkir balik kala dia wajib pindah ke Jakarta serta tinggal bersama keluarga calon gubernur. Ping mesti mengalami sekolah baru, kawan-kawan baru, serta tantangan baru. Mungkinkah dia menciptakan apa yang lenyap sepanjang ini? Serta, apakah Ping siap dengan yang dia temukan? Kalau, hidupnya nyatanya tidak sesederhana yang dia duga.

5. Seseorang Pria yang Keluar dari Rumah – Puthut EA

Puthut EA merupakan penulis sekalian periset berkebangsaan Indonesia. Semenjak SMP hingga dini kuliah, dia giat menulis geguritan (puisi di dalam bahasa Jawa) di majalah Panjebar Semangat serta Jayabaya. Kepala suku mojok ini diketahui selaku salah satu cerpenis profesional di Indonesia. Buku-bukunya banyak diterbitkan ulang oleh penerbit mojok, serta rata-rata senantiasa best seller.

Semacam yang tertulis di cover balik novel. Kamu bisa membaca novel ini dari bab ganjil hingga tuntas, setelah itu baru lanjut ke bab genap. Ataupun, membaca berentetan semacam biasa. Bila kamu hendak membacanya, ikutilah anjuran awal.

Pada bab ganjil, kita hendak menciptakan hal-hal yang ganjil. Kejadian-kejadian yg kayaknya di luar ide sehat tetapi itu terjalin kepada tokoh utama kita ini, sebut saja saya. Ia senantiasa memperoleh pesan-pesan ganjil dari teman-temannya yang mengharuskannya buat keluar dari rumah serta bertualang. Entah apa tujuannya, tetapi dari keganjilan di bab ganjil tersebut hendak tergenapkan di bab genap. Betul-betul tergenapkan.

Dikala mengawali membaca, aku percaya hendak terbuat agak bimbang, sebab di bab genap suasananya berganti, tokoh utama kita, seketika bukan saya lagi. Nyatanya inilah metode penulis buat menggenapkan yang ganjil di bab ganjil tersebut. Penulis memperkenalkan sudut pandang baru untuk menolong saya menggenapkan dirinya yang masih ganjil.

Di bab ganjil juga terasa agak berat, tema-tema politik jadi percakapan yang nyaris penuhi bab ini. Sebaliknya di bab genap, cuma memperkenalkan perasaan-perasaan yang memohon dituntaskan.

Pintar, gimana penulis menuntaskan permasalahan saya di mari, urusan di masa kemudian yang belum berakhir hendak bawa akibat di masa depan, semacam bom waktu. Hingga dari itu, segeralah selesaikan urusan dengan orang-orang di masa kemudian supaya tidak terdapat bom waktu yang wajib meledak.

6. Max Havelaar – Multatuli

Novel Terbaik Max Havelaar – Multatuli merupakan novel populer di Indonesia. RA Kartini serta Pramoedya Ananta Toer saja mengakui kalau novel ini jadi aspek utama mereka berdua memilah menulis selaku jalan perlawanan terhadap ketidakadilan. Novel ini jadi penyebab Politik Etis yang dicoba Belanda sebab rasa bersalahnya pada Hindia Belanda. Sayang, para guru sebatas itu mengantarkan saja, tidak sempat diajarkan apa isinya serta gimana novel ini dapat mengganti perilaku penjajah pada jajahannya.

“Panggilan manusia merupakan jadi manusia itu sendiri” kata Max Havelaar. Dia yang senantiasa menegaskan buat melaksanakan suatu, sebab itu lah yang memang sepatutnya dicoba. Keren sekali, Max.

7. Bumi Manusia – Pramoedya Ananta Toer

Pramoedya Ananta Toer merupakan salah satu sastrawan besar Indonesia. Lahir di Blora, 6 Februari 1925 sudah menciptakan lebih dari 50 karya serta diterjemahkan dalam 41 bahasa asing.

Putra sulung dari Mastoer Imam Badjoeri, seseorang kepala sekolah Institut Boedi Oetomo ini menjajaki jejak orang tuanya dengan jadi guru. Pernah pula bekerja selaku juru ketik serta korektor di kantor kabar Domei (LKBN ANTARA semasa pendudukan Jepang) namun setelah itu menguatkan opsi selaku penulis yang kesimpulannya melahirkan banyak karya besar.

Selaku penulis Pramoedya sudah menciptakan postingan, puisi, cerpen serta novel yang melambungkan namanya sejajar dengan para sastrawan dunia semacam Gunter Grass (Jerman), Albert Camus, Jean Paul Sartre (Perancis), Multatuli (Belanda), John Steinbeck (Amerika), Rabindranath Tagore (India), Gao Xingjian (Tiongkok), Gabriel Garcia Marquez (Kolombia), ataupun Jose Saramago (Portugis).

Sebagian karya besar dari Pramoedya antara lain TETRALOGI PULAU BURU: BUMI MANUSIA, ANAK SEMUA BANGSA, JEJAK LANGKAH, serta RUMAH KACA, terbit antara 1980 sampai 1988. Tetapi sepanjang sebagian tahun kala masa orde baru Kejaksaan Agung RI melarang peredarannya.

Lewat Bumi Manusia, kita hendak dajak berkenalan dengan Minke, laki- laki Jawa tulen/pribumi yang berkesempatan bersekolah di sekolah Belanda. Minke bisa bersekolah di situ sebab dia anak seseorang bupati yang tidak ingin dakuinya. Di sekolah, ia berjumpa dengan Robert Suurhof, seseorang indo yang sesuatu kali mengajaknya main ke rumah temannya yang pula bernama Robert.

Resensi Kumpulan Cerpen “CORAT-CORET DI TOILET”

Di sanalah, buat awal kali ia bertemu dengan Annelies Mellema, seseorang perempuan menawan bak seseorang dewi. Annelies merupakan adik Robert serta anak dari Nyai Ontosoroh yang mana adalah seseorang gundik.

Minke jatuh cinta kepada Annelies. Bak syair lagu Tulus, “tidak susah mendapatkanmu, sebab semenjak lama, kaupun mengincarku,” usaha Minke buat mendapatkan Annelies tidaklah susah. Toh Annelies nyatanya juga menyukainya.

Sejatinya Bumi Manusia bisa jadi cerita roman biasa. Tetapi, di tangan Pram, Bumi Manusia jadi jauh lebih lingkungan. Dengan teliti, Pram bisa mengangkut isu yang (dapat jadi pada zamannya) sangat sensitif. Ialah tentang kesetaraan masyarakat pribumi serta Eropa.

Tamparan keras soal ini lekat pada wujud Nyai Ontosoroh yang meski seseorang gundik tetapi bisa memahami banyak ilmu.

8. Hikayat Penguin – Anatole France

Anatole France (lahir di Paris, 16 April 1844 – wafat di Tours, 12 Oktober 1924 pada usia 80 tahun) merupakan seseorang penulis, kritikus urban, salah satu tokoh utama dalam sastra Perancis akhir abad ke 19 serta awal abad ke 20, yang mendapat Penghargaan Nobel Sastra tahun 1921.

Tercatat tahun 1907, novel ini berkisah tentang seorang Santo yang sebab suatu kejadian religius sehabis terombang-ambing di samudera es dan terdampar di pulau yang penuh pinguin. Dia menyangka kalau penguin-penguin ini merupakan manusia dengan wujud aneh, sehingga cocok dengan panggilan hidup ia selaku Hamba Tuhan, dia membaptis para penguin-penguin ini. Setelah itu terjalin perdebatan di Surga, apakah wajib mengesahkan kejadian ini ataupun tidak. Pendek kata, Petinggi Surga sepakat jika penguin yang telah dibaptis ini berhak buat menempuh hidup semacam manusia serta mendapatkan keselamatan.

Cerita berikutnya setelah itu berkisah tentang gimana para penguin ini menyesuaikan diri dengan kehidupan mereka yang berganti. Gimana terjadinya majelis, gimana mereka memutuskan seorang ini menawan ataupun tidak, mereka ketipu oleh satu 2 oknum sehingga setelah itu hingga anak cucu mereka juga masih yakin tentang legenda yang merupakan bualan semata.

Hikayat Penguin dibagi dalam sebagian masa, mulai dari masa dulu sekali, era pencerahan, masa modern serta masa depan.

Membaca novel ini menegaskan aku dengan narasi-narasi yang terdapat di Kitab Raja-Raja perjanjian lama. Terdapat orang-orang saleh, orang-orang yang suka sastra, pangeran ganteng yang ditipu oleh ratu penuh siasat, dll.

Walaupun ditulis lebih dari seabad yang kemudian, rasanya peristiwa-peristiwa ini juga masih relevan dengan kehidupan nyata dikala ini. Hingga kadangkala di sebagian titik di teks ini, aku kurang ingat jika yang diceritakan di mari merupakan kalangan penguin.

Novel Terbaik terbitan Moooi Pustaka ini bisa sahabat miliki di pelbagai toko novel mainstream ataupun alternatif.

9. Arus Bawah- Emha Ainun Nadjib

Muhammad Ainun Nadjib ataupun biasa dketahui Emha Ainun Nadjib ataupun Cak Nun ataupun Mbah Nun (lahir di Jombang, Jawa Timur, 27 Mei 1953; usia 68 tahun) merupakan seseorang tokoh intelektual Muslim Indonesia. Sehabis Reformasi 1998, Cak Nun bersama Kiai Kanjeng memfokuskan beraktifitas bersama warga di pelosok Indonesia.

Arus Dasar, salah satu novel karya Mbah Nun yang sangat fenomenal. Awal kali dcetak tahun 1994. Tadinya terbit dalam edisi cerita bersambung di koran. Para pembaca yang budiman. Duduk yang aman, atur napas dengan baik, jangan kurang ingat kemilan serta kopi ataupun teh panas. Kali ini kita hendak membaca suatu sandiwara. 4 dewa sakti mandraguna yang menyamar jadi manusia dengan kedudukannya tiap- tiap.

Dikisahkan, pada sesuatu fajar, Semar, orang yang sakti mandraguna itu, orang yang kekokohannya semacam dewa serta berhati sahaja selayaknya rakyat jelata seketika lenyap. Desa Karang Kedempel tiba-tiba ribut oleh angin, langit jadi mendung hitam seolah siap menangisi hilangnya Semar. Tetapi, tidak manusia. Penduduk desa Karang Kedempel senantiasa bekerja semacam biasa, berkeringat, tidur, tertawa serta bangun. Tidak terdapat kesedihan, ataupun apalagi mereka kurang ingat rasanya bersedih.

Dari ketiga adik-adiknya

Gareng yang sangat gugup tidak alang kepalang. Dia bergegas lari ke rumah Petruk mengabarkan kalau Semar menghilang. Tetapi dasarannya Petruk yang senantiasa dingin mengalami perkara, walhasil mereka berdua malah adu mulut.

Kakak beradik itu telah berkumpul, Petruk sebagai tuan rumah menyilakan kakak serta adiknya buat makan terlebih dulu. Sang Bungsu, sang beruk yang mukanya mirip monyet itu tidak henti-hentinya membantah nasihat kakak sulungnya. Terlebih dkala dia menjawab hilangnya Semar dengan: “Siapa? Semar? Lenyap? Hilanglah! Mampus? Mampuslah!”

Gareng telah tidak bisa lagi menahan emosi. Dia berdiri dari duduknya, tangan nya mengepal bernazar menghajar sang bungsu. Petruk turut berdiri, dia pegang pundak kakaknya buat melerai. Toh, jika memanglah Gareng jadi memukul Bagong, nanti siapa yang bisa menanggulangi tubuh sebesar itu mengamuk.

Gareng masih belum menjamah santapan sama sekali, pikiranya tersandera pada Bagong. Dia muak dengan kelakuan adiknya itu. Sebaliknya Bagong sendiri, dengan lahap memakan seluruh hidangan di depannya tanpa siuman perseteruannya dengan Gareng.

Mulut Gareng serta Petruk tercekat di kala Bagong nyerocos sembari makan menjawab omongannya Gareng. Kedua kakaknya itu tidak menyangka bila apa yang dimongkan Bagong merupakan untaian kalimat penuh arti, tanpa tedeng aling-aling, faktual, substansial serta konkret. Sehabis berakhir bicara, Bagong mengalami kedua kakaknya itu jatuh pingsan.

“Saya wajib belajar memanggil Mar kepada bapakku, serta belajar dipanggil Gong oleh anak- anakku. Bukan Mar serta Gongnya itu yang berarti, melainkan proses kejiwaan yang dihasilkannya.”

10. Musashi – Eiji Yoshikawa

Eiji Yoshikawa (11 Agustus 1892 – 7 September 1962) merupakan seseorang novelis sejarah Jepang. Di antara novel-novelnya yang sangat populer merupakan novel-novel dengan latar sejarah Jepang di masa dulu sekali. Walaupun sebagian besar novelnya bukan karya asli, dia menghasilkan beberapa besar karya serta atensi baru di masa kemudian.

Musashi merupakan seseorang samurai yang dilahirkan di Miyamoto, Provinsi Mimasaka pada akhir abad XVI Masehi. Kala itu, Jepang merupakan daerah kepulauan tempat berlangsungnya pertikaian antara 2 kelompok besar samurai dalam merebut kekuasaan buat memerintah negara. 2 kelompok besar itu sesungguhnya merupakan gabungan dari kelompok- kelompok samurai yang terdapat. Kaisar terletak di atas seluruh itu tanpa hak penuh buat menanggulangi kondisi.

Dalam kondisi yang demikian, Musashi mesti mempertanyakan hidup. Dia mencari jawab tentang hakikat hidup ditengah kematian yang dikira biasa dkala itu. Nyawa memanglah murah. Pertikaian kecil, apa boleh buat, kerap buat darah tumpah. Begitu saja. Orang-orang banyak maklum tanpa sanggup berbuat buat menjauh dari itu seluruh.

Awal mulanya

Musashi tidak mempedulikan antara mati serta hidup. Menurutnya, sama saja. Hingga kesimpulannya, dia disadarkan oleh Takuan Soho, seseorang pendeta Zen, yang dtemuinya kala dia kembali kembali dari medan perang dengan bawa kekalahan. Bagi sang pendeta, mati juga merupakan terserah apabila Musashi tidak mengganti pemikirannya kalau hidup serta mati tidak terdapat beda. Hidup sepatutnya dhargai, sebab dsanalah ada arti hendak mati. Kematian yang terjalin dalam hidup yang begitu dihargai merupakan kematian yang tidak percuma.

Makanya, ucap pendeta itu dalam suatu nasehat yang diberikannya sengit, banyak samurai yang tidak sempat paham apa arti jalur samurai yang dijalaninya. Ini dtekankannya, mengingat Musashi mempunyai kemauan jadi seseorang samurai. Tentang hidup ke-Samurai-an, sesungguhnya Musashi sudah memahami lama dari gemblengan bapaknya yang tercantum salah seseorang samurai di Provinsi Mimasaka. Tetapi tidak terdapat apa-apa, hingga sang pendeta menyadarkan serta membangkitkan hasratnya buat menekuni serta menempuh hidup di atas jalur samurai.

Gimana? Telah tertarik membaca novel apa, jangan kurang ingat beli novel asli ya.

  • Bagikan
Exit mobile version